Seorang nelayan Tua duduk di tepi pantai
sambil matanya memandang lautan landai
pikirannya seakan menerawang
bibirnya mengucap berbilang
“apa yang akan kumakan nanti siang
kalaulah mendung tak lagi hilang
dirumah hanya ada nasi
bersama sepiring sambal terasi
kalau kududuk mencangkung begini
makan apalah anak istriku nanti
biarlah badai lautan kuterjang
biarlah kugapai pulau seberang
asal kan ku dapat ikan sembilang
yang tiada terbilang..