Seorang nelayan Tua duduk di tepi pantai
sambil matanya memandang lautan landai
pikirannya seakan menerawang
bibirnya mengucap berbilang
“apa yang akan kumakan nanti siang
kalaulah mendung tak lagi hilang
dirumah hanya ada nasi
bersama sepiring sambal terasi
kalau kududuk mencangkung begini
makan apalah anak istriku nanti
biarlah badai lautan kuterjang
biarlah kugapai pulau seberang
asal kan ku dapat ikan sembilang
yang tiada terbilang..
Arsip untuk Juli 17th, 2008
Nelayan Tua
Diposkan dalam balada, Label puisi pada Juli 17, 2008 | Leave a Comment »
Hari Ini
Diposkan dalam balada, Label puisi pada Juli 17, 2008 | Leave a Comment »
Hari ini
kedukaan hilang perlahan
kesukaan datang berkawan
mengepakkan sayap hendak terbang
meraih cinta dan cita yang semakin terbayang
walau bertumpuk usia
namun bakti tetap terbina
Bunda
tawamu adalah tawa kami
sukamu adalah suka kami
dan semangatmu adalah semangat kami
Kembara
Diposkan dalam balada, Label puisi pada Juli 17, 2008 | Leave a Comment »
Kembara
Hilang putus tak pernah bersua
Datang dan pergi tiada berjumpa
bila hujan beranjak pergi
pupus jejakmu tiada kumengerti
Kasih dan Kembaraku
tanpa pernah kutau..
kau sudah begitu jauh..
menjalani sisa-sisa kehidupan
menjajaki setiap penantian
Penantian sepotong luka yang terkoyak
penantian sebait kata yang telah usang
kembara
kau bawa kemana cintaku…