Sejak kecil aku sudah suka nulis nulis puisi sekedar oret-oret diatas kertas trus coba-coba diketik dan diterbitkan di mading sekolah. Cuma semuanya bertema cinta paling 1 atau 2 buah yang bertema kehidupan. Setelah cukup besar dan kemudian meneruskan sekolah ke daerah lain, aku mulai memahami dengan baik ajaran agama yang aku anut, bukan hanya nrimo pemberian orang tua yang mengharuskan aku menjadi seorang muslimah. Kemudian aku mencoba untuk membuat beberapa bait puisi islami mengenai islam, waktu itu kebetulan ada temen yang sempat membaca beberapa puisiku dan mengusulkan untuk mengirimkannya ke sebuah majalah ” assalam” kalo gak salah nama majalah tersebut. Entah masih eksis atau tidak. Apakah sempat diterbitkan atau tidak akupun sudah lupa. Dan mungkin karena tidak terlalu serius, bagaimana aku tahu puisiku sempat diterbitkan atau tidak karena akupun tidak pernah membeli majalah tersebut. Yang jelas, ada beberapa temen-temen yang menilai puisiku kurang islami. Mungkin karena ilmu dan pengetahuanku pun masih terbatas. Namun aku tidak berputus asa untuk berhenti hanya karena kritikan tersebut, aku coba membaca beberapa karya penulis puisi islami yaitu salah satunya Taufik Ismail, sedikit banyak ada beberapa gaya beliau yang aku tiru kemudian aku mencoba memulai dan menuliskannya. Namun setiap mencoba menulis 1 bait saja aku mulai gemetar dan mulai menangis. Isi puisi yang ingin aku tuliskan adalah tentang kasih sayang sang Pencipta pada makhluk-Nya, yaitu Kasih sayang Allah SWT kepada manusia. Dan banyak lagi tema-tema yang coba aku tulis ingin kujadikan sajak. Tapi semuanya berhenti hanya pada 1 dan 2 bait saja. Aku menjadi bingung dan mulai memikirkan, apakah yang aku buat terlalu berat ? atau memang sangat sulit menuliskan apa yang sudah ada dibenakku saat itu ? Ada beberapa hal yang mungkin aku juga perlu komentar temen-temen semua sebagai pelajaran yang bisa diambil manfaatnya :
1. Pada saat menulis puisi islami ada temen yang menyarankan berwudhu dulu sebab untuk menuliskan sajak-sajak islami sama halnya dengan kita membaca Alquran.
2. Apakah mungkin sangat berat bagi kita untuk menafsirkan alquran dan hadist dalam sajak-sajak yang memuja keagungan nama ALLAH ? (mohon komentar)
3. Atau mungkinkah aku masih terlampau banyak dosa sehingga sangat berat sekali antara hanya sekedar membuat sajak dengan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari ? mungkin ini yang membuat aku menjadi masih belum berani meneruskan sajak dan puisi yang pernah aku buat yang hanya 1 dan 2 bait tersebut menjadi lengkap.
Hingga saat ini aku terus mencoba dan mencoba untuk berusaha terus membuat puisi dan bukan hanya sebagai sebuah syair saja melainkan mencoba membuat sebuah kata menjadi ibadah, membuat sebuah ibadah menjadi indah, dan dengan sebuah keindahan membuat kita menjadi cinta akan kebesaran dan keagungan sang Pencipta, Amin
Batam, 13 April 2008
SQ

coba dulu ah…
mana tau dapet inspirasi baru buat nulis puisi…
Makasih atasz sarannya…
Situs ini amat berguna menurut saya